Peningkatan Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Melalui Pelatihan Petugas TPPRJ

Peningkatan Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Melalui Pelatihan Petugas TPPRJ Puskesmas Pandanwangi Kota Malang

Suhartinah, Ervita Nindy

ABSTRAK

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi Puskesmas karena apabila pasien merasa puas, pasien akan berobat kembali dan menginformasikan hal baik tentang Puskesmas kepada masyarakat. Pada penelelitian ini menggunakan teori Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2004, kemudian dikembangkan menjadi 14 unsur yang relevan, valid, dan reliabel, sebagai unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat. Indeks kepuasan masyarakat adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pasien rawat jalan di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang dalam waktu satu bulan rata-rata berjumlah 3.120 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Indeks Kepuasan Masyarakat. Responden ditetapkan minimal 150 orang dari jumlah populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Kata Kunci: Kepuasan Pasien Rawat Jalan, Indeks Kepuasan Masyarakat

ABSTRACT

The level of patient satisfaction is very important for the Puskesmas because if the patient is satisfied, the patient will return for treatment and inform the community about good things about the Puskesmas. This research uses the theory of the Community Satisfaction Index (IKM) which refers to the Decree of the Minister of Administrative Reform Number KEP/25/M.PAN/2004, then developed into 14 elements that are relevant, valid, and reliable, as the minimum elements that must exist for the basis for measuring the community satisfaction index. The community satisfaction index is data and information about the level of community satisfaction obtained from the results of quantitative and qualitative measurements of people’s opinions in obtaining public services by comparing their expectations and needs. The Community Satisfaction Index (IKM) survey aims to determine the level of performance of service units on a regular basis as a material for determining policies in order to improve the quality of public services in the future. This type of research is descriptive quantitative. The population of outpatients at the Pandanwangi Public Health Center in Malang City in one month is an average of 3,120 people. The sampling method used the Community Satisfaction Index method. Respondents are set at least 150 people from the total population. Data was collected through the distribution of questionnaires. While the data analysis used descriptive statistics. Keywords: Outpatient Satisfaction, Community Satisfaction Index

Peningkatan Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Melalui Pelatihan Petugas TPPRJ Puskesmas Pandanwangi Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *