Category JURNAL PENGABMAS VOL2

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PENGENDALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PENGENDALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI PUSKESMAS ARDIMULYO SINGOSARI

Ali Hanafiah, Djoko Wahyudi

ABSTRAK

Buku ekspedisi merupakan bukti serah atau terima dokumen rekam medis untuk
keperluan pelayanan kesehatan pasien. Hasil pengamatan tim PKM STIA Malang di puskesmas Ardimulyo Singosari menemukan bahwa di Puskesmas Ardimulya Singosari masih belum memiliki buku ekspedisi untuk pengendalian dokumen rekam medis (DRM).
Selain itu, para pegawai bagian rekam medis juga belum memiliki keterampilan yang cukupdalam menggunakan buku ekspedisi dokumen rekam medis. Untuk mengatasi masalahtersebut, tim PKM STIA Malang melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan dilakukan padatanggal 2 September s/d 2 November 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan Puskesmas Ardimulyo terutama pada bagian pengelolaan dokumen rekam medis agar pelayanan kepada pasien tidak terlambat. Kegiatan pertama adalah
perancangan, yaitu perancangan buku ekspedisi untuk peminjaman dan pengembalian dokumen rekam medis. Kegiatan kedua adalah pelatihan dan pendampingan pengisian buku ekspedisi DRM. Berdasarkan hasil pendampingan dan pengawasan yang dilakukan, tim PKM telah berhasil membantu mengatasi masalah yang terjadi di Puskesmas Ardomulyo Singosari.
Puskesmas kini telah memiliki buku ekspedisi DRM yang dapat digunakan dengan baik oleh pegawai bagian rekam medis. Hal itu juga berakibat peningkatan pelayanan kepada pasien.
Kata Kunci : Peningkatan Pelayanan, Dokumen Rekam Medis, Puskesmas

ABSTRACT

Expedition book is proof of handover or receiving medical record documents for patient health services. Observation of PKM STIA Malang team at Ardimulyo Singosari community health center found that Ardimulya Singosari community health center still did not have an expedition book for controlling medical records (DRM). In addition, the employees of the medical records section also do not have sufficient skills in using medical record document expedition books. To overcome this problem, the STM Malang PKM team carried out several activities. The activity was carried out from September 2 to November 2, 2019. This activity aimed to improve health services in the Ardimulyo community health center, especially in the management of medical record documents so that services to patients were not late. The first activity is the design, namely the design of expedition books for borrowing and returning medical record documents. The second activity is training and assistance in filling out the DRM expedition book. Based on the results of the assistance and supervision carried out, the PKM team has succeeded in helping to overcome the problems that occur at the Ardomulyo ISSN 2715 – 9388 2 JPKEMAS STIA MALANG TAHUN 2020 Singosari Community Health Center. The Community Health Center now has a DRM expedition book which can be used properly by medical records staff. It also resulted in increased service to patients. Keywords: SOP, Tracer, Medical Record, Puskesmas

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PENGENDALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI PUSKESMAS ARDIMULYO SINGOSARI

UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PENGENDALIAN DOKUMEN

PENINGKATAN SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS LABRUK KIDUL LUMAJANG

Tri Murni, Eka Agustiningtiyas

ABSTRAK

Sistem dan prosedur pengelolaan dokumen rekam medis merupakan sistem yang mengatur dan menjadi acuan pengelolaan DRM di puskesmas. Hasil pengamatan yang dilakukan tim PKM STIA Malang di puskesmas Labruk Kidul Lumajang menunjukkan bahwa di puskesmas Labruk Kidul Lumajang belum tersedia tracer untuk pelacakan dokumen rekam medis. Selain itu di puskesmas Labruk Kidul Lumajang juga belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas terkait pengelolaan dokumen rekam medisnya. Berdasarkan pada fakta tersebut, tim PKM melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengatasi permasalahan muncul pada pengelolaan dokumen rekam medis di Puskesmas Labruk Kidul Lumajang. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 s/d 30 Maret 2019. Kegiatan pertama adalah perancangan desain tracer dan perumusan SOP. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan terkait praktik penggunaan tracer pada bagian rekam medis yang sesuai dengan SOP. Terakhir, tim PKM melaksanakan pendampingan dan pengawasan ketika petugas bagian rekam medis melakukan praktik penggunaan tracer dalam melayani pasien di Puskesmas. Berdasarkan hasil pendampingan dan pengawasan yang dilakukan, tim PKM melihat adanya peningkatan pelayanan kesehatan terutama pada penggunaan tracer oleh petugas bagian rekam medis berjalan lebih baik dari sebelumnya. Kata Kunci : SOP, Tracer, Rekam Medis, Puskesmas

ABSTRACT

Systems and procedures for managing medical records are systems that regulate and function as a reference for DRM management in public health centers. Observations made by the Malang STM PKM team at the Labruk Kidul Lumajang community health center showed that at the Labruk Kidul Lumajang community health center there were no trackers available to track medical records. In addition, the Labruk Kidul Lumajang community health center also does not have a clear Standard Operating Procedure (SOP) related to the management of medical record documents. Based on these facts, the PKM team carried out various activities to overcome the problems that emerged in managing medical record documents at the Labruk Kidul Lumajang community health center. This activity is carried out from 1 to 30 March 2019. The first activity is the design of the tracker design and the formulation of the SOP. The next activity is training related to the practice of using a tracker in the medical record section in accordance with the SOP. Finally, the PKM team provided assistance and supervision when medical records officers practiced the use of trackers in serving patients in community health centers. Based on the results of assistance and supervision carried out, the PKM team saw an increase in health services, especially in the use of trackers by medical record officers who were running better than before. Keywords: SOP, Tracer, Medical Record, Puskesmas

PENINGKATAN SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS LABRUK KIDUL LUMAJANG

PELATIHAN PERAKITAN DOKUMEN REKAM MEDIS DAN PENETAPAN

PELATIHAN PERAKITAN DOKUMEN REKAM MEDIS DAN PENETAPAN ALUR PENYIMPANAN DRM RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DAU

Hadiwiyono, Soraya

ABSTRAK

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Hasil pengamatan yang dilakukan tim PKM STIA Malang di puskesmas Dau ditemukan beberapa masalah terkait pengisian dokumen rekam medis, yaitu (1) ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis, (2) alur penyimpanan berkas masih belum standar dan terkesan tidak teratur. Berdasarkan pada fakta tersebut tim PKM melaksanakan beberapa kegiatan yang terdiri dari perancangan, penyuluhan, dan pendampingan untuk mengatasi permasalahan di puskesmas Dau. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juli s/d 2 Agustus 2019. Pada kegiatan perancangan, tim PKM melakukan perancangan alur penyimpanan dokumen rekam medis untuk puskesmas Dau. Pada kegiatan penyuluhan, tim PKM melakukan penyuluhan kepada petugas puskesmas Dau terkait pentingnya kelengkapan pengisian dokumen rekam medis, serta memberikan materi terkait alur penyimpanan dokumen rekam medis. Pada kegiatan pendampingan. Tim PKM memberikan simulasi dalam mengidentifikasi kelengkapan DRM dan alur penyimpanan DRM. Kata Kunci : Perakitan, DRM, Alur Penyimpanan DRM

ABSTRACT

The medical record is a file that contains records and documents about patient identity, examination, treatment, actions, and other services that have been provided to patients. Observations made by the STIA Malang PKM team at the Dau Community Health Center found several problems related to filling medical record documents, namely (1) incompleteness of filling medical record documents, (2) file storage pathways are still not standard and seem irregular. Based on this fact the PKM team carried out several activities consisting of design, counseling, and assistance to overcome problems in the Dau Health Public Center. This activity was carried out from July 1 to August 2, 2019. In the design activities, the PKM team designed the flow of medical record document storage for the Dau Health Public Cente. In the outreach activities, the PKM team conducted counseling for Dau Health Public Cente staff regarding the importance of completing medical record documents, as well as providing material related to the flow of medical record document storage. In mentoring activities. The PKM team provided a simulation in identifying the completeness of the DRM and the DRM storage flow. Keyword: Assembly, DRM, DRM Storage Flowpatients.

Keywords: SOP, Tracer, Medical Record, Puskesmas

PELATIHAN PERAKITAN DOKUMEN REKAM MEDIS DAN PENETAPAN ALUR PENYIMPANAN DRM RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DAU

OPTIMALISASI PERAN PEREKAM MEDIS DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR

OPTIMALISASI PERAN PEREKAM MEDIS DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DI PUSKESMAS KENDALSARI

Femy Anggriyani, Adi Santosa

ABSTRAK

Selama ini tugas perekam medis di Puskesmas hanya berhubungan dengan pendaftaran dan entry data kunjungan pasien, filing, distribusi, dan pembuatan surat rujukan. Padahal seharusnya perekam medis dapat berperan lebih dari itu, salah satunya dapat dilibatkan dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Hasil pengamatan tim PKM STIA Malang di puskesmas Kendalsari menemukan bahwa penyajian data penyakit menular untuk pasien yang berobat masih belum optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim PKM STIA Malang melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Maret s/d 3 April 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas Kendalsari terutama yang terkait dengan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Kegiatan pertama adalah penyuluhan, yaitu pemberian materi terkait pentingnya peran perekam medis dalam mencegah dan memberantas penyakit menular. Kegiatan kedua adalah workshop pemanfaatan data rekam medis, seperti data pendaftaran pasien atau dokumen rekam medis yang dimiliki unit rekam medis untuk pendataan penyakit menular. Kegiatan terakhir adalah pendampingan, dimana tim PKM STIA mendampingi petugas perekam medis dalam mengimplementasikan kegiatan workshop yang sebelumnya dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa petugas perekam medis sudah bisa memanfaatkan data rekam medis dengan optimal. Kata Kunci : Perekam Medis, Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Menular

ABSTRACT

So far, the task of the medical recorder at the Community Health Center is only related to registration and data entry of patient visits, filing, distribution, and making referral letters. Whereas medical recorders should be able to play more than that, one of which can be involved in the prevention and eradication of infectious diseases. The observation of the STIA Malang PKM team at the Kendalsari Community Health Center found that the presence of infectious disease data for patients seeking treatment was still not optimal. To overcome this problem, the STM Malang PKM team carried out several activities. The activity was carried out from March 3 to April 3, 2020. This activity aims to improve health services in Kendalsari health centers, especially those related to the prevention and eradication of infectious diseases. The first activity is counseling, namely the provision of material related to the important role of medical recorders in preventing and eradicating infectious diseases. The second activity is a workshop on the utilization of medical record data, such as patient registration data or medical record documents owned by the medical record unit for collecting infectious diseases. ISSN 2715 – 9388 19 JPKEMAS STIA MALANG TAHUN 2020 The last activity was mentoring, where the STIA PKM team assisted medical record officers in implementing the workshop activities that were previously carried out. The results of this activity show that medical record officers have been able to utilize medical record data optimally.

OPTIMALISASI PERAN PEREKAM MEDIS DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DI PUSKESMAS KENDALSARI

Implementasi Buku Pintar Rekam Medis Sebagai Media Belajar Mahasiswa

Implementasi Buku Pintar Rekam Medis Sebagai Media Belajar
Mahasiswa di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang

Tri Marhaeni, Sri Erna Utami

ABSTRAK

Sebagai sarana pelayanan kesehatan, Puskesmas tak hanya dijadikan lahan untuk pemberi asuhan kesehatan bagi masyarakat ataupun individu yang sedang sakit. Namun, melihat dari salah satu fungsinya Puskesmas dapat digunakan menjadi wahana pendidikan. Oleh sebab itu, sebagai calon perekam medis yang berkompeten, maka perlu adanya penerapan buku pintar rekam medis sebagai media untuk pembelajaran. Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetauhi bagaimana pelaksanaan buku pintar rekam medis di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Implementasi merupakan kegiatan penerapan atau penerapan dari perencanaan yang telah disusun dan ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini, implementasi yang dimaksudkan adalah penerapan dari Buku Pintar Rekam Medis. Buku pintar adalah buku saku yang berisikan materi terkait pengelolaan sistem rekam medis di Puskesmas Pandanwangi. Sementara, rekam medis adalah dokumen yang berisikan catatan identitas pasien, riwayat pemeriksaan beserta pengobatannya yang telah diberikan kepada pasien oleh petugas pemberi layanan asuhan. Dalam penulisan karya tulis ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan pengumpulan angket quisioner. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai pretest dan posttest dari penggunaan buku pintar rekam medis. Masing masing nilai yang telah diperoleh nantinya dibandingkan sebagai nilai guna penggunaan buku pintar rekam medis. Dari hasil tersebut diperoleh keadaan penggunaan buku pintar rekam medis yang sebelumnya tidak digunakan dengan baik, dalam hal ini terdapat kenaikan prosentase nilai dari pretest dan posttest. Dari hasil pembahasan tersebut didapatkan saran dari permasalahan yang ada yaitu, penggunaan buku pintar rekam medis harus digunakan lebih tepat lagi agar dapat digunakan sebagai media belajar mahasiswa khsususnya prodi rekam medis. Kata kunci: Implementasi, Buku Pintar Rekam Medis.

ABSTRACT

As a health service facility, the Puskesmas is not only used as a place to provide health care for the community or individuals who are sick. However, looking at one of its functions, the Puskesmas can be used as a vehicle for education. Therefore, as a candidate for a competent medical recorder, it is necessary to apply a smart medical record book as a medium for learning. The purpose of writing this scientific paper is to find out how the implementation of the smart book on medical records at the Pandanwangi Health Center, Malang City. Implementation is the activity of implementing or implementing the plans that have been prepared and determined previously. In this case, the intended implementation is the application of the Medical Record Smart Book. Smart book is a pocket book that contains material related to the management of the medical record system at the Pandanwangi Health Center. Meanwhile, the medical record is a document containing a record of the patient’s identity, history of examination and treatment that has been given to the patient by the care provider. In writing this paper, the research method used is a descriptive method with a quantitative approach whose data collection methods are through interviews, observations and questionnaires. The results of the research that has been done, obtained pretest and posttest values from the use of smart medical record books. Each value that has been obtained will be compared as the value for using the smart medical record book. From these results, it was found that the state of using the medical record smart book was previously not used properly, in this case there was an increase in the percentage value of the pretest and posttest. From the results of the discussion, suggestions were obtained from the existing problems, namely, the use of smart medical records books should be used more precisely so that they can be used as learning media for students, especially medical records study programs. Keywords : Incompletness, Form, Medical Record,Inpatient, SNARS Accreditation.

Implementasi Buku Pintar Rekam Medis Sebagai Media Belajar Mahasiswa di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang

PENDAMPINGAN DALAM PERHITUNGAN KEBUTUHAN LUAS RUANG FILLING

PENDAMPINGAN DALAM PERHITUNGAN KEBUTUHAN LUAS RUANG FILLING RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SINGOSARI

Hadiwiyono, Novi Indahsari

ABSTRAK

Rekam medis merupakan bukti tertulis mengenai proses pelayanan yang diberikan kepada pasien oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya, yang mana dengan adanya bukti tertulis tersebut maka rekam medis yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan, dengan tujuan upaya penunjang tertib administrasi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan rekam medis. Pada Permenkes 269 tahun 2008 pasal 7 menyebutkan bahwa sarana pelayanan kesehatan wajib menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan rekam medis. Salah satu dari fasilitas yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan rekam medis adalah ruang penyimpanan dan rak penyimpanan berkas rekam medis. Pada dewasa ini sering terjadi satu permasalahan pada pelayanan kesehatan yaitu kurangnya kebutuhan rak penyimpanan berkas rekam medis yang tidak hanya mempersulit petugas rekam medis dan menghambat proses pelayanan. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk membuat pengabdian tentang Penghitungan Kebutuhan Rak Penyimpanan Berkas Rekam Medis di Ruang Filing Rawat Jalan dan Rawat Inap di Puskesmas Singosari. Dikarenakan di puskesmas tersebut mengalami masalah serupa. Pengabdian ini bersifat deskriptif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan tujuan umum ingin mengetahui berapa kebutuhan rak penyimpanan berkas rekam medis dan bagaimanakah layout rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filing Puskesmas Singosari. Kata Kunci: Menghitung, Kebutuhan dan rak penyimpanan

ABSTRACT

Medical records are written evidence regarding the process of service provided to patients by doctors and other health workers, in which with the written evidence the medical records provided can be accounted for, with the aim of supporting orderly administration in an effort to improve medical record health services. In Permenkes 269 of 2008 article 7 states that health service facilities are required to provide the necessary facilities in the context of administering medical records. One of the facilities needed in the context of organizing medical records is a storage room and storage rack for medical record files. Nowadays, there is often a problem in health services, namely the lack of need for storage racks for medical record files, which not only makes it difficult for medical record officers and hampers the service process. Based on this, the researchers are interested in making a service about Calculation of the Need for Medical Record File Storage Racks in the Outpatient and Inpatient Filing Room at the Singosari 32 JPKEMAS STIA MALANG TAHUN 2020 Health Center. Because the health center has a similar problem. This service is descriptive with the method of observation, interviews and documentation with the general aim of knowing how many medical record file storage racks are needed and how the layout of the medical record file storage rack is in the Singosari Health Center filing room. Keywords: Counting, Needs and storage shelves used properly by medical records staff. It also resulted in increased service to patients. Keywords: SOP, Tracer, Medical Record, Puskesmas

PENDAMPINGAN DALAM PERHITUNGAN KEBUTUHAN LUAS RUANG FILLING RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SINGOSARI